Judul Buku : Tuanku Rao
Penulis : Amran Dt. Jorajo
Editor : Suharmono / S. Arimba (Nama Pena)

Ringkasan:
Dalam masyarakat terdapat berbagai pendapat dan argumentasi tentang tokoh Tuanku Rao. Pro dan kontra telah menjadi polemik yang telah berlangsung dalam waktu yang sangat panjang. Salah satu yang cukup dikenal adalah polemik antara Buya Hamka dan Ir. Mangaraja Onggang Parlindungan. Perihal ini telah membentuk sejarah tokoh Tuanku Rao seperti benang kusut yang tidak kunjung selesai. Kenyataan inilah yang memotivasi hadirnya buku ini dalam upaya menelusuri jejak langkah sang tokoh.
Selain dari buku-buku bacaan, pengumpulan informasi yang menjadi dasar buku ini dilakukan dengan mewawancarai tokoh-tokoh masyarakat Rao seperti Ninik Mamak dan orang tua-tua yang mempunyai pengetahuan luas tentang Tuanku Rao. Dalam hal ini sering ditemukan suatu keunikan yang mana para narasumber terkesan merasa enggan untuk membahas sosok pejuang Tuanku Rao ini. Mereka berkomentar bahwa membicarakan Tuanku Rao adalah suatu permasalahan yang dianggap sangat sensitif yang tidak boleh di ungkap secara terbuka. Hal tersebut erat kaitannya dengan peristiwa Perang Paderi, yang membagi dua penduduk Lembah Rao menjadi dua kelompok besar yang saling bereberangan. Mereka meyakini bahwa apabila sejarah perang Paderi dimunculkan, maka peristiwa itu akan terulang kembali. Baru setelah diyakinkan bahwa negara kita Indonesia sudah merdeka dan menjamin keselamatan penduduknya, mereka akhirnya bersedia memberikan keterangan meskipun dengan syarat harus merahasiakan nama mereka sebagai nara sumber.