Kiasan dalam Bahasa Minangkabau

Judul Buku : Kiasan dalam Bahasa Minangkabau 

Penulis : Prof. Dr. Oktavianus, M.Hum. 

Editor : Suharmono / S. Arimba (Nama Pena)

Ringkasan: 

Bertutur berkias adalah salah satu cara berbahasa yang meninggikan nilai-nilai kemanusiaan. Dengan cara berkias, mitra tutur tidak langsung merasa dirugikan karena maksud disampaikan secara tidak langsung.  Di samping itu, pada konteks tertentu, kiasan dapat menjaga harga diri mitra tutur jika suatu maksud ingin juga disampaikan di depan umum. Pesan tersembunyi di balik lambang kias yang diambilkan dari lingkungan terdekat penutur suatu bahasa.

Ungkapan, manusia tahan kias, binatang tahan palu adalah suatu cerminan pentingnya kiasan dalam suatu pertuturan. Terkait dengan itu, buku ini hadir ke tengah-tengah pembaca dalam upaya mendeskripsikan kiasan dalam bahasa Minangkabau. Berkias dapat dikatakan sebagai salah satu ciri berbahasa orang Minangkabau.

 

Download Di Sini

 

suharmono

Lahir tahun 1983 dan merupakan lulusan S2-Sastra UGM dan program S3 Ilmu-ilmu Humaniora UGM. Karya tulisnya dimuat dalam: Satu Kata Istimewa, Di Pangkuan Yogya, Lintang Panjer Wengi, Parangtritis, Semesta Wayang, Senyum Lembah Ijen, Risalah Tubuh di Ladang Kemarau, Coretan Pandemi Bantul, Obituari Rindu, dan Onrust. Penah menjadi Direktur Festival Sastra Yogyakarta (Joglitfest 2019), Produser Pentas Kolosal Njemparing Rasa (2014), Produser Pentas Kolosal Cupu Manik Hastagina (2015), Penulis dan Sutradara Pentas Drama Musikal Harmoni dalam Keberagaman Mengejar Matahari, Meraih Mimpi (2020), Penulis dan Sutradara Pentas Drama Musikal Bahagia Meraih Mimpi (2020), Penulis dan Sutradara Pentas Drama Musikal . Penulis dan Sutradara Drama Musikal Pelangi Masa Depan Histori of Muhammadiyah Pakel Program Plus (2024). Skenario yang sudah difilmkan adalah Rantang (Suryakanta, 2015) dan Incang-inceng (Hompympaa, 2017). Selain itu juga menulis buku Pengantar Penulisan Skenario Film (2023) serta menulis dan menyutradarai Video Kampanye Anti Miras Di Yogyakarta produksi SD Muhammadiyah Nitikan Yogyakarta (2024).

Leave a Reply