Editor Buku Rao

Judul Buku : Tuanku Rao

Penulis : Amran Dt. Jorajo

Editor : Suharmono / S. Arimba (Nama Pena)

Ringkasan:

Dalam masyarakat terdapat berbagai pendapat dan argumentasi tentang tokoh Tuanku Rao. Pro dan kontra telah menjadi polemik yang telah berlangsung dalam waktu yang sangat panjang. Salah satu yang cukup dikenal adalah polemik antara Buya Hamka dan Ir. Mangaraja Onggang Parlindungan. Perihal ini telah membentuk sejarah tokoh Tuanku Rao seperti benang kusut yang tidak kunjung selesai. Kenyataan inilah yang memotivasi hadirnya buku ini dalam upaya menelusuri jejak langkah sang tokoh.
Selain dari buku-buku bacaan, pengumpulan informasi yang menjadi dasar buku ini dilakukan dengan mewawancarai tokoh-tokoh masyarakat Rao seperti Ninik Mamak dan orang tua-tua yang mempunyai pengetahuan luas tentang Tuanku Rao. Dalam hal ini sering ditemukan suatu keunikan yang mana para narasumber terkesan merasa enggan untuk membahas sosok pejuang Tuanku Rao ini. Mereka berkomentar bahwa membicarakan Tuanku Rao adalah suatu permasalahan yang dianggap sangat sensitif yang tidak boleh di ungkap secara terbuka. Hal tersebut erat kaitannya dengan peristiwa Perang Paderi, yang membagi dua penduduk Lembah Rao menjadi dua kelompok besar yang saling bereberangan. Mereka meyakini bahwa apabila sejarah perang Paderi dimunculkan, maka peristiwa itu akan terulang kembali. Baru setelah diyakinkan bahwa negara kita Indonesia sudah merdeka dan menjamin keselamatan penduduknya, mereka akhirnya bersedia memberikan keterangan meskipun dengan syarat harus merahasiakan nama mereka sebagai nara sumber.

 

Download Di Sini

 

suharmono

Lahir tahun 1983 dan merupakan lulusan S2-Sastra UGM dan program S3 Ilmu-ilmu Humaniora UGM. Karya tulisnya dimuat dalam: Satu Kata Istimewa, Di Pangkuan Yogya, Lintang Panjer Wengi, Parangtritis, Semesta Wayang, Senyum Lembah Ijen, Risalah Tubuh di Ladang Kemarau, Coretan Pandemi Bantul, Obituari Rindu, dan Onrust. Penah menjadi Direktur Festival Sastra Yogyakarta (Joglitfest 2019), Produser Pentas Kolosal Njemparing Rasa (2014), Produser Pentas Kolosal Cupu Manik Hastagina (2015), Penulis dan Sutradara Pentas Drama Musikal Harmoni dalam Keberagaman Mengejar Matahari, Meraih Mimpi (2020), Penulis dan Sutradara Pentas Drama Musikal Bahagia Meraih Mimpi (2020), Penulis dan Sutradara Pentas Drama Musikal . Penulis dan Sutradara Drama Musikal Pelangi Masa Depan Histori of Muhammadiyah Pakel Program Plus (2024). Skenario yang sudah difilmkan adalah Rantang (Suryakanta, 2015) dan Incang-inceng (Hompympaa, 2017). Selain itu juga menulis buku Pengantar Penulisan Skenario Film (2023) serta menulis dan menyutradarai Video Kampanye Anti Miras Di Yogyakarta produksi SD Muhammadiyah Nitikan Yogyakarta (2024).

Leave a Reply